Apa itu Rantai Pasokan & Contoh Rantai Pasokan - Smartertech

Apa itu Rantai Pasokan & Contoh Rantai Pasokan

Contoh Rantai Pasokan

Beberapa dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah rantai pasok atau dikenal juga dengan istilah supply chain dan di artikel ini akan diberi gambaran bagaimana contoh rantai pasokan yang optimal untuk dijalankan didalam bisnis. Rantai pasok menjadi salah satu bidang yang sangat penting dalam dunia bisnis karena cakupannya yang terhubung langsung dengan daya saing perusahaan. Semakin kesini para pelaku bisnis semakin menyadari betapa pentingnya implementasi rantai pasok pada kegiatan operasional bisnis. Dari bisnis skala kecil hingga besar sekalipun, rantai pasok memegang peran penting dalam pengelolaan dan juga pengawasan rantai siklus mulai dari bahan material atau barang mentah, pembayaran, informasi dari pemasok ke produsen, pedagang grosir pengecek sampai dengan konsumen. Fungsinya yang sangat vital menjadikan implementasi rantai pasok dalam aktivitas bisnis tidak boleh diremehkan.

Ada berbagai vendor dari perusahaan IT yang membuat rantai pasokan atau supply chain ini jauh lebih mudah, seperti halnya ESB. ESB menyediakan layanan marketplace B2B dengan dukungan sistem rantai pasok digital dan terhubung dengan teknologi lain dari ESB, yaitu ESB Core. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi website ESB.

Tapi, sebelum Anda memastikan menggunakan vendor dari perusahaan mana, Anda wajib mengetahui dahulu pengertian dari rantai pasok, seberapa pentingnya rantai pasok, maupun manfaatnya. Dalam artikel ini, akan dibahas secara singkat dan menyeluruh dari rantai pasok.

BACA JUGA : 7 Aplikasi Belanja Online Terbaik & Tersedia Di Smartphone

Pengertian Rantai Pasok

Pengertian Rantai PasokSumber : freepik.com

Sebelum membahas terlalu jauh, mari kita pahami arti dan prinsip dari rantai pasok itu sendiri. Dalam pemahaman sederhana, rantai pasok merupakan rangkaian aliran barang/fisik, informasi dan proses yang digunakan untuk mengirim produk atau jasa dari lokasi sumber (pemasok) ke lokasi tujuan (pelanggan atau pembeli). Berkaitan dengan itu, manajemen rantai pasok sendiri menjadi alat, metode, ataupun sistem pengelolaan dalam implementasi rantai pasok. Perlu memahami manajemen rantai pasok yang baik agar fungsi dari rantai pasok sendiri bisa tercapai.

Ada dua strategi yang bisa Anda lakukan untuk membangun manajemen rantai pasok sendiri yang baik. Pertama, yaitu membangun hubungan dengan pemasok. Hal ini sangat penting dimana membangun kemitraan yang baik dengan pemasok ini untuk mewujudkan kesuksesan rantai pasokan. Perusahaan yang baik akan membatasi jumlah pemasok dimana hanya pemasok yang memiliki keunggulan saja yang bisa diajak bekerja sama.

Strategi yang kedua adalah meningkatkan respons pelanggan agar tetap kompetitif, kemudian fokus pada rantai pasokan agar meningkatkan layanan pelanggan. Cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan layanan pelanggan salah adalah dengan meningkatkan frekuensi pengiriman produk yang lebih cepat dimana pelanggan akan puas dengan ketepatan waktu tersebut. Kesuksesan rantai pasok pada bisnis F&B, sangat tergantung pada interaksi yang kuat dan efektif antara pemasok bahan ramuan (ingredient vendors), penyedia bahan kemas utama (contact packaging providers), pengemas ulang (re-packers), pabrik maklon (co-manufacturers), pedagang perantara dan pemasok lainnya.

Contoh Rantai Pasokan

Contoh Rantai Pasokan

Sumber : freepik.com

Kali ini, contoh rantai pasokan akan membahas pada bisnis kedai kopi, salah satu bisnis kekinian yang digandrungi masyarakat. Manajemen rantai pasokan pada usaha kedai kopi perlu diperhatikan agar bisnis Anda dapat berkelanjutan.

Rantai pasokan untuk kedai kopi kemungkinan tidak terlalu rumit daripada rantai toko kelontong, terutama jika mereka menawarkan jumlah produk yang jauh lebih sedikit. Rantai pasokan kedai kopi mencakup pengelolaan langkah-langkah dari panen hingga menjadi secangkir kopi yang siap diseduh oleh pelanggan. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Biji kopi dipanen untuk produksi. Manajer mengawasi kualitas dan jenis biji kopi ke yang dipanen.
  • Biji dikirim untuk dipanggang, dibuat dan dikemas. Manajer pasokan menentukan dimana proses ini berlangsung.
  • Biji kopi disiapkan. Baik di roaster terpusat atau lokal, manajer rantai pasokan mendistribusikan biji kopi untuk memaksimalkan kesegaran dan rasa dan mempersingkat perjalanan ke rak toko.
  • Roaster terpusat ke toko individu. Manajer rantai pasokan memutuskan bagaimana mendistribusikan produk jadi, dengan mempertimbangkan semua opsi seperti berapa banyak biji kopi yang digunakan untuk menyeduh atau dijual dalam paket untuk dibawa pulang.

Pentingnya Rantai Pasokan

Setelah memahami pengertian dan contoh implementasi rantai pasokan, lantas apa saja sih pentingnya rantai pasokan dalam pengelolaan bisnis? Berikut akan dipaparkan beberapa manfaat dan tujuan rantai pasokan dalam bisnis yang Anda jalankan.

1. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Dalam bisnis apapun termasuk bisnis F&B, kepuasan pelanggan menjadi hal utama yang harus dicapai dan dipertahankan agar konsumen dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Supaya bisa mewujudkan kepuasan pelanggan, suatu bisnis harus bisa melahirkan produk, dalam hal ini makanan atau minuman, berkualitas baik dan sesuai dengan permintaan konsumen. Melalui mekanisme rantai pasok yang baik, pemilik bisnis dapat mengetahui barang apa yang mereka inginkan serta kapan waktu yang tepat untuk mengirimkan barang tersebut. 

2. Meningkatkan Pendapatan

Semakin setia seorang pelanggan pada bisnis F&B kita maka hal ini akan meningkatkan pendapatan atau pemasukan bisnis di kemudian hari. Selain itu bisnis yang dijalankan juga lebih berkembang sehingga dapat menambah pemasukan keseluruhan.

3. Menurunkan Biaya

Melalui rantai pasokan, terjadi adanya pengintegrasiaan aliran produk dari supplier ke perusahaan maupun perusahaan kepada para konsumen secara terorganisir sehingga hal ini dapat mengurangi biaya pada jalur produksi maupun distribusi. Jika dulu perusahaan harus mengeluarkan biaya banyak untuk proses pengadaan barang, produksi, dan juga pendistribusian barang/jasa, kini semua terasa berbeda. Dengan adanya sistem manajemen rantai pasok, sebuah perusahaan dapat menekan biaya yang harus mereka keluarkan untuk semua proses tersebut.

4. Pengoptimalan penggunaan aset perusahaan

Dalam implementasi rantai pasok pada perusahaan, seringkali perusahaan bekerjasama dengan perusahaan penyedia software yang akan mendukung jalannya mekanisme rantai pasok tersebut. Dengan pemanfaatan teknologi ini maka perusahaan juga dituntut untuk meningkatkan kinerja dari karyawan sebagai eksekutor. Karyawan sebagai salah satu aset terbesar dalam perusahaan tentu saja akan berusaha meningkatkan keterampilan dan juga pengertiannya agar dapat menerapkan manajemen rantai pasok dengan maksimal. Dengan demikian, diharapkan pemanfaatan aset perusahaan juga akan lebih maksimal. 

5. Meningkatkan keuntungan

Didukung dengan peningkatan loyalitas pelanggan, efektivitas biaya operasional, serta optimasi aset perusahaan, diharapkan dalam jangka panjang hal ini akan meningkatkan keuntungan secara signifikan untuk perusahaan. Jika hal ini dapat terus dipertahankan, maka perusahaan akan mampu memperoleh keuntungan di atas rata-rata. 

Agar bisa menjadi pemenang dalam mekanisme rantai pasok perusahaan, penting bagi perusahaan untuk bisa menyediakan produk yang tidak hanya murah, namun berkualitas, bervariasi, dan juga disediakan tepat waktu. Oleh karena itu, bagi para pemilik bisnis perlu dengan bijak memilih perusahaan penyedia software pendukung sistem rantai pasok yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kembali ke ESB,  bisnis Anda dapat mewujudkan proses pembelian secara transparan dan efisien, mengurangi resiko terjadi fraud dengan signifikan, serta menghindari kerugian akibat pembelian yang tidak terkendali. Selain itu, ESB Goods juga terhubung dengan banking API di dalam ESB Core, dimana dapat memberikan kemudahan dalam proses pembayaran. 

2 Comments
Leave a Reply