Apa yang Dimaksud Dengan ERP? Berikut Pengertian dan Penjelasannya - Smartertech

Apa yang Dimaksud Dengan ERP? Berikut Pengertian dan Penjelasannya

Apa yang Dimaksud Dengan ERP

Apa yang dimaksud dengan ERP? ERP atau Enterprise Resource Planning adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk membantu operasional perusahaan. Bukan hanya digunakan untuk perusahaan besar, aplikasi ERP ini pun dapat juga digunakan untuk bisnis baik dengan skala kecil maupun menengah. Sebelum menggunakan aplikasi tersebut, ada baiknya kamu mengetahui mengenai ERP dan penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Pengertian ERP

Sumber : Freepik

Apa yang dimaksud dengan ERP? ERP atau kependekan dari Enterprise Resource Planning adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan secara otomatis berbagai aktivitas dan operasional pada perusahaan. 

Sistem ERP mengintegrasikan seluruh aktivitas bisnis baik pada perusahaan manufaktur maupun jasa. Mulai dari aktivitas pembelian bahan baku, proses produksi, penyimpanan, penjualan, hingga transportasi. Sehingga ERP ini sangat memudahkan tugas dalam operasional dan laporan perusahaan. Adapun fitur di dalam ERP dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

BACA JUGA : Supply Chain Management Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya!

2. Manfaat ERP

Manfaat ERP

Sumber : Freepik

Setelah mengetahui pengertian ERP, kini saatnya kamu mengetahui manfaat yang didapat apabila menggunakan sistem tersebut. Dibandingkan dengan pencatatan manual,  ERP tentunya jauh lebih unggul. Adapun beberapa manfaat yang dapat kamu rasakan apabila mengaplikasikan ERP dalam perusahaan adalah sebagai berikut ini.

A. Keamanan Data Terjaga

Data-data perusahaan yang disimpan pada sistem ERP ini telah dijamin keamanan datanya. Pengguna yang akan mengakses sistem ERP harus memiliki kode akses dan password sesuai dengan wewenangnya. 

B. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Perusahaan

Sistem pada perusahaan yang telah saling terintegrasi memudahkan tiap pengguna dalam pengiriman dan pemindahan informasi. Pengaplikasian ERP dalam operasional bisnis menggeser pekerjaan manual yang membutuhkan banyak waktu serta menguras tenaga.  

C. Menghemat Biaya 

Adanya efektivitas dan efisiensi perusahaan yang tinggi menjadikan biaya operasional perusahaan jauh berkurang. Perusahaan tidak perlu menambah karyawan atau jam kerjanya untuk mengolah dan menyelesaikan tugasnya. Data yang telah di-input secara otomatis terproses di sistem ERP dan disajikan hanya dalam waktu singkat. 

D. Integrasi Informasi

Perusahaan memiliki berbagai divisi dan cabang yang mengelola tugasnya masing-masing. Setiap divisi saling membutuhkan informasi dan data dari divisi lain. Sehingga dengan bantuan sistem ERP, pengguna di tiap divisi pun dapat mengakses informasi divisi lain dengan mudah.

E. Meningkatkan Produktivitas

Sistem ERP yang meminimalisir pekerjaan manual dan dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan. Pemilik sekaligus karyawannya dapat fokus meningkatkan pelayanan dan produktivitas perusahaan sebab operasional perusahaan telah ditangani dengan baik oleh sistem ERP. 

3. Jenis ERP

Jenis ERP

Sumber : Freepik

Pada dasarnya, ERP memiliki berbagai macam jenis menyesuaikan dengan kebutuhan suatu perusahaan. Namun berdasarkan implementasinya,  ERP dapat dikategorikan menjadi tiga macam seperti di bawah ini.

A. ERP Cloud

ERP dengan basis cloud dikembangkan melalui website yang disediakan oleh vendor. Sehingga pengguna sistem ERP ini dapat mengakses data secara real time. Sistem ERP cloud ini sangat cocok digunakan untuk perusahaan berskala besar.

B. ERP on Premise

ERP on premise adalah sistem ERP yang di-install langsung ke server perangkat perusahaan. Dimana pemilik harus bertanggung jawab dalam pemeliharaan sistem tersebut. ERP on Premise cocok digunakan pada perusahaan dengan skala kecil dan menengah.

C. ERP Hybrid

ERP hybrid adalah sistem ERP yang menggabungkan antara ERP cloud dan ERP on premise. Keuntungan dari penggunaan ERP dengan sistem hybrid ini adalah pengguna dapat mengaksesnya sewaktu-waktu tanpa harus terkoneksi internet. Dibandingkan dengan dua sistem ERP sebelumnya, ERP hybrid adalah pilihan yang paling unggul.  

4. Cara Kerja Enterprise Resource Planning

Cara Kerja ERP

Sumber : Freepik

Pada dasarnya, cara kerja sistem ERP mengintegrasikan informasi seluruh bagian atau divisi yang dapat diakses secara real time oleh  pengguna sesuai hak aksesnya. Contoh sederhana implementasi sistem ERP dapat diketahui pada bisnis restoran, food court, atau bisnis kuliner sejenis. 

Sistem ERP pada aplikasi ESB misalnya, pesanan konsumen yang diinput oleh pramusaji ke sistem, secara otomatis masuk pada bagian dapur yang memproses menu masakan tersebut. Saat pesanan tersebut dibuat, stok inventori bahan baku secara otomatis akan berkurang menyesuaikan dengan jumlah pesanannya. 

Hal tersebut juga berlaku pada pembelian bahan baku ke supplier. Setelah input pembelian bahan baku, secara otomatis sistem pun memperbarui seluruh data di setiap divisi. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, fitur pada ERP menyesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan. Fitur pencatatan pesanan, metode pembayaran, dan jenis pesanan menjadi hal penting yang harus tersedia pada sistem ERP untuk bisnis kuliner. Perusahaan pun dapat meng-custom fitur sesuai kebutuhan perusahaan melalui ESB. 

Setelah mengetahui penjelasan mengenai sistem ERP, manfaat dan cara kerjanya, apakah sudah memilih sistem ERP untuk bisnis yang kamu kelola? Jangan sampai salah pilih karena sistem ERP sangat berpengaruh menentukan perkembangan bisnismu. 

Leave a Reply