Kenali 3 Masalah Utama UMKM Indonesia Untuk Go Digital - Smartertech

Kenali 3 Masalah Utama UMKM Indonesia Untuk Go Digital

UMKM Indonesia

Saat ini UMKM Indonesia masih banyak yang belum menerapkan sistem digital. Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa bisnis digital adalah suatu bisnis yang memanfaatkan jaringan internet sebagai sarana untuk memudahkan operasional bisnis. 

Bisnis digital memiliki banyak manfaat untuk bisnis UMKM. Mulai dari kepraktisan penggunaannya, hasil perhitungan yang cepat dan teliti, serta sistem yang terpadu antar divisi. Digitalisasi UMKM Indonesia sebenarnya menawarkan banyak keuntungan berupa efisiennya penggunaan sumber daya dan modal, meminimalisir biaya dan waktu, serta kemudahan dalam pengawasan.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku UMKM Indonesia yang enggan beralih dari sistem konvensional ke sistem bisnis digital. Kurangnya informasi teknologi dan tidak siapnya mereka dalam menerima perubahan menjadi salah satu pemicu sulitnya UMKM untuk go digital.

BACA JUGA : Mau Turun 10Kg tapi Berat Menjalankannya? Ini Dia Tips Menurunkan Badan tanpa Ribet

Kendala jika UMKM Indonesia Tidak Go Digital

UMKM Indonesia

Bisnis UMKM Indonesia yang sudah go digital bisa dipastikan mampu menjalankan bisnisnya dengan lancar, dan bahkan bisa mengalami kenaikan omzet yang signifikan. Sementara itu, bisnis UMKM Indonesia yang tidak menerapkan sistem digital pada bisnisnya, dipastikan bisa mengalami kendala sebagai berikut ini, yaitu:  

  • Operasional Bisnis Kurang Efisien

Bisnis yang tidak dikelola secara digital tentu menghambat operasional  bisnis. Baik dari sisi pemesanan menu, pembuatan pesanan, penyajian, hingga transaksi pembayaran. 

Pencatatan transaksi pembayaran dan menu pesanan yang dilakukan secara konvensional sangat menyita waktu dan rawan terjadi kesalahan oleh pegawai. Hal ini pun dapat diatasi dengan cara digital dimana berbagai proses operasional dapat termonitor sekaligus terlaksana dengan bantuan teknologi yang mendukung.

  • Laporan Keuangan Berantakan

Berkaitan dengan poin pertama di atas, transaksi pembayaran yang dilakukan oleh pembeli sangat mungkin untuk tidak tercatat secara rinci dikarenakan sulitnya mencatat secara cepat dan tepat menggunakan cara konvensional. Hal yang sama juga berlaku pada uang keluar untuk pembelian bahan baku yang tidak tertulis secara jelas. Sehingga laporan keuangan bisnis pun tak jelas, bahkan berantakan dan mungkin terjadi selisih dan kerugian.

  • Inventori Barang tak Tercatat dengan Baik

Inventori barang sering menjadi permasalahan dalam bisnis UMKM Indonesia yang masih konvensional. Stok bahan baku yang tak sesuai, stok bahan baku yang menipis namun kebutuhan pembeli yang sedang tinggi, atau permasalahan pengiriman dan pembelian bahan baku adalah hal yang lumrah ditemukan. Namun tentu permasalahan ini bisa membuat kerugian pada bisnis, bukan?

Bagaimana UMKM Indonesia dapat Go Digital 

UMKM Indonesia

Jika bisnis yang kamu kelola mengalami salah satu atau bahkan seluruh permasalahan tersebut, maka tidak ada solusi lain selain menggunakan produk digital dan menjadi UMKM go digital. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan go digital bersama ESB. ESB atau PT Esensi Solusi Buana memiliki produk yang didesain khusus untuk UMKM kuliner Indonesia, yaitu ESB POSLite

Dengan ESB POSLite, bisnis UMKM kuliner Indonesia bisa berjalan lebih efisien karena terbantu oleh berbagai fitur yang membuat seluruh transaksi bisa dicatat dengan otomatis dan rapi menganalisis keuangan bisnis pun terasa lebih mudah. ESB POSLite juga memungkinkan bisnis UMKM milikmu memiliki banyak opsi metode pembayaran karena sudah terintegrasi langsung dengan layanan e-wallet seperti Gopay, OVO, Link Aja, dan Dana, dan pastinya semua fitur yang dimilikinya akan membuat bisnismu semakin berkembang!

Leave a Reply