Mau Coba Bisnis Katering Makanan Kekinian? Simak Tips Berikut Ya! - Smartertech

Mau Coba Bisnis Katering Makanan Kekinian? Simak Tips Berikut Ya!

Katering Makanan

Katering makanan menjadi salah satu ide bisnis yang patut untuk dicoba. Seperti diketahui, acara resmi seperti pernikahan, rapat, dan arisan akan membutuhkan jasa katering untuk memenuhi kebutuhan makanan. Bisnis katering pun kini merambah untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari di perusahaan maupun skala keluarga.

Di kota besar, membuka bisnis katering adalah pilihan yang tepat. Masyarakat dengan gaya hidup yang praktis dan memiliki kesibukan yang tinggi adalah sasaran pasar yang tepat bagi pengusaha katering makanan ini. Namun sebelum membuka bisnis tersebut, sebaiknya kamu harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini, yaitu:

BACA JUGA : Deretan Ide Bisnis Kuliner yang Menjanjikan, Banjir Cuan!

1. Kualitas Makanan

Kualitas Makanan

Sumber : Freepik

Ketika memutuskan untuk membuka usaha katering makanan, pastikan kamu telah memiliki keahlian yang mumpuni dalam bidang tersebut. Mulai pemilihan bahan baku yang masih segar, cara pengolahan yang tepat, hingga penyajian yang menarik harus kamu perhatikan.

Sehingga pelanggan puas dengan makanan yang dipesan pada bisnis milikmu. Sebab setiap orang bisa memasak namun tak banyak yang memiliki keahlian memasak dan dapat memenuhi selera banyak orang.

2. Katering Makanan yang Memiliki Berbagai Pilihan Menu

Pilihan Menu

Sumber : Freepik

Pilihan menu yang beraneka ragam menjadikan pelanggan, baik rumahan maupun perusahaan pun semakin loyal memesan makanan. Aneka menu makanan nusantara dan beberapa menu internasional yang sedang viral harus tersedia di bisnis kateringmu.

Selain menu di atas, menu makanan diet pun kini semakin diminati oleh khalayak umum. kamu pun bisa menawarkan menu makanan diet sehat  namun dengan rasa makanan yang enak.

3. Supplier Bahan Baku

Supplier Bahan Baku

Sumber : Freepik

Bisnis katering makanan membutuhkan bahan baku beras, sayur, daging, ikan, dan aneka bahan lain yang masih segar dengan harga terjangkau. Kebutuhan akan bahan tersebut dalam jumlah besar dan bahkan kontinyu setiap hari. Sehingga pastikan kamu memiliki langganan supplier bahan baku makanan yang terpercaya dan memberikan harga spesial.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan harga bahan baku katering ini adalah menjalin kerjasama dengan tengkulak atau bahkan dengan petani atau peternak terdekat. Hal ini cukup efektif untuk menekan harga bahan baku dan menjaga kualitasnya tetap baik.

4. Katering Makanan yang Memiliki Nilai Gizi

Nilai Gizi

Sumber : Freepik

Selain memiliki rasa yang enak, menu makanan yang tersedia pada katering pun sebaiknya memiliki nilai gizi yang baik. Kini semakin banyak orang yang memperhatikan kandungan gizi pada makanan yang akan disantapnya. Kamu pun sebaiknya mencantumkan informasi nilai gizi yang terkandung pada makanan tersebut pada setiap kemasan menu makanan. Sebab informasi nilai gizi tersebut berguna bagi pelanggan dan tentunya meningkatkan nilai jual katering kamu. 

Untuk memudahkan tugas tersebut, kamu dapat meminta bantuan ahli gizi atau meng-install aplikasi penghitung kalori makanan. Selain itu, proses pemasakan yang tepat namun tetap mempertahankan rasa makanan adalah kuncinya. 

5. Peralatan Penyajian

Peralatan Penyajian

Sumber : Freepik

Sebagai pemilik usaha katering makanan, pastikan kamu memiliki berbagai macam peralatan penyajian makanan untuk prasmanan. Makanan yang rasanya enak pun tidak akan menarik apabila tidak disajikan dengan peralatan makan yang bagus.

Pastikan jumlah peralatan makanan tersebut pun dapat memenuhi kebutuhan katering. Mengingat jumlah tamu undangan pada pesta bisa mencapai ribuan. Pastikan alat seperti sendok, garpu, piring, dan set prasmanan sudah tersedia lengkap. kamu pun juga dapat menyewakan secara terpisah peralatan tersebut tanpa memesan makanannya kepada kamu.

Ternyata membuka bisnis katering makanan tak semudah yang dibayangkan. Meski demikian, laba yang dihasilkan pun cukup menggiurkan. Apakah sudah terpikirkan akan membuka bisnis tersebut seperti apa?

1 Comment
Leave a Reply