Pentingnya Audit Laporan Keuangan Dalam Bisnis F&B? - Smartertech

Pentingnya Audit Laporan Keuangan Dalam Bisnis F&B?

Audit Laporan Keuangan

Membangun bisnis F&B untuk stabil dan berkembang terus dalam waktu panjang bukanlah hal yang mudah. Kita bisa lihat banyak sekali restoran, kafe dan gerai kopi baru bermunculan di sepanjang jalan dan di pusat perbelanjaan. Bisnis-bisnis ini terlihat laris pada bulan pertama dan kedua operasional. Namun, tidak lama bisnis-bisnis tersebut kian meredup bahkan harus menutup gerai. Kira-kira apakah penyebabnya?

Salah satu masalah utama yang banyak menyebabkan bisnis F&B gulung tikar adalah pengelolaan manajemen bisnis. Baik dalam pengelolaan operasional harian, laporan keuangan, hingga aset perusahaan. Salah satu alat bantu dalam melaksanakan fungsi utama manajemen adalah fungsi pengawasan dan pengendalian adalah aktivitas audit. Tujuan audit sendiri adalah untuk mengetahui informasi tentang persediaan, harga yang ditetapkan, total aset perusahaan adalah benar sesuai dengan kejadian atau keadaan yang sebenarnya. Audit juga dapat menyatakan pendapat tentang kewajiban, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan, ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum. Salah satu audit yang umum dilakukan adalah audit laporan keuangan. Laporan keuangan memegang peran sangat penting dalam berjalannya bisnis. Lalu, sebenarnya apa sajakah tujuan penting dari audit laporan keuangan dalam suatu bisnis F&B?

BACA JUGA : 10 Peluang Usaha Makanan Yang Cocok Untuk Millenials

Tujuan Audit Laporan Keuangan

Secara keseluruhan tujuan audit dapat dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut:

1. Appraisal of Control (Penilaian Pengendalian)

Appraisal of Control (penilaian pengendalian) yang berhubungan dengan pengendalian administratif pada seluruh tahap operasi perusahaan yang bertujuan untuk menentukan apakah pengendalian yang ada sudah efektif untuk mencapai tujuan perusahaan.

2. Appraisal of Performance (Penilaian Kinerja)

Appraisal of Performance (penilaian Kinerja), yaitu pengumpulan informasi yang selanjutnya dapat dijadikan dasar manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

3. Assistance to Management (Membantu Manajemen)

Assistance to Management (membantu Manajemen), yaitu hasil audit dalam pemeriksaan operasional dan ketaatan menjadi rekomendasi untuk perbaikan bagi pihak manajemen.

Melakukan audit bukanlah pekerjaan yang mudah dan bisa asal-asalan. Audit harus dilakukan orang yang ahli dan berkompeten di bidangnya. Baik dari tim audit internal maupun eksternal, tim audit harus bekerja secara independen dan jujur. Sebelum melakukan audit, perusahaan perlu mempersiapkan data-data yang akan diperiksa. Dalam mengaudit laporan keuangan suatu bisnis, hal-hal yang harus diperiksa antara lain:

  • Seluruh transaksi-transaksi yang terjadi di perusahaan, yang meliputi transaksi pembelian, penjualan, persediaan, job costing, kas dan setara kas, dan transaksi buku besar.
  • Seluruh dokumen-dokumen yang terkait dengan seluruh transaksi jual beli yang ada di perusahaan maupun dokumen yang terkait dengan alur persediaan dimulai dari bahan baku atau bahan mentah.
  • Seluruh saldo akhir terkait akun-akun yang terkait dengan jual-beli, mutasi persediaan, kas dan setara kas, dan seluruh saldo akhir yang ada di buku besar secara rinci.
  • Seluruh aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Kesesuaian dalam perhitungan dan pembayaran pajak.
  • Apabila terjadi selisih kurs, maka perlu dipastikan apakah penyesuaian selisih kurs ini sudah benar.

Dilakukannya audit, perusahaan juga dapat memperoleh manfaat lain, yaitu meningkatkan kredibilitas perusahaan, meningkatkan efisiensi dan kejujuran karyawan, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, dan mendorong efisiensi pasar modal. Sehingga kegiatan audit laporan keuangan harus mendapat prioritas dan perhatian penting oleh pemilik bisnis.

Menurut IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia) ada beberapa standar yang harus ditetapkan agar kegiatan audit dapat dianggap sah, meliputi:

1. Standar Umum

  • Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang mempunyai keahlian dan pelatihan teknis yang memadai sebagai auditor
  • Auditor harus mempertahankan mental dari segala hal yang berhubungan dengan perikatan atau independensi
  • Auditor juga wajib menggunakan keahlian profesionalnya dalam melaksanakan audit dan pelaporan dengan cermat dan seksama.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

  • Seluruh pekerjaan audit dapat direncanakan dengan sebaik-baiknya dan apabila menggunakan asisten maka harus disupervisi dengan seksama.
  • Tak hanya memperhatikan standar audit saja, pemahaman tentang pengendalian intern juga sangat dibutuhkan
  • Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi pengamatan, permintaan, dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai.

3. Standar Pelaporan

  • Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  • Hasil Laporan Auditor harus menunjukkan kekonsistenan.
  • Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor
  • Laporan auditor harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan bahwa pernyataan yang demikian tidak bisa diberikan.

Standar tersebutlah yang harus diketahui dan dipegang oleh tim auditor perusahaan. Sebagai pemilik bisnis kamu perlu memastikan tim auditor laporan keuangan adalah orang-orang yang handal dan berkompeten dalam hal ini. Tidak hanya itu, tim auditor harus bisa menjamin kejujuran dalam memberikan informasi serta aman dalam menjaga privacy. ESB yang berisikan orang-orang berpengalaman sebagai auditor bisa menjadi solusi kamu dalam mencari tim auditor untuk kegiatan audit laporan keuangan bisnis yang kamu miliki. ESB bisa kamu pilih sebagai partner dalam mewujudkan ekosistem yang tumbuh secara efisien, optimal, dan memberikan kenyamanan untuk seluruh pihak yang terlibat dalam bisnismu. Untuk mendapat informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi website ESB.

1 Comment
Leave a Reply