Supply Chain Management Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya! - Smartertech

Supply Chain Management Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya!

Supply Chain Management Adalah

Supply chain management adalah manajemen rantai pasok yang sudah tak asing lagi dalam dunia bisnis. Adanya manajemen rantai pasok ini dapat menekan biaya operasional, sehingga profit perusahaan pun semakin optimal. Untuk mengetahui pengertian dan seluk beluk supply chain management, simaklah penjelasan di bawah ini. 

Apakah Pengertian Supply Chain Management?

Apakah Pengertian Supply Chain Management?

Sumber : Freepik

Supply chain management adalah suatu kegiatan pengelolaan distribusi bahan baku, informasi, dan sumber daya mulai dari bahan mentah hingga ke konsumen. Supply chain management ini mampu mengelola distribusi bahan dari hulu hingga ke hilir melalui bantuan teknologi informasi. 

Tujuan adanya manajemen rantai pasok ini adalah agar demand dari konsumen dan supply dapat terkoordinasi dengan baik. Sehingga pendistribusian produk menjadi efisien dan tentunya dapat menekan biaya operasional.

Jenis-jenis Supply Chain Management

Jenis-jenis Supply Chain Management

Sumber : Freepik

Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, supply chain management digolongkan dalam beberapa jenis berdasarkan bidang perusahaan. Adapun jenis-jenis supply chain management tersebut adalah sebagai berikut:

1. Upstream Supply Chain

Supply chain management jenis upstream atau hulu ini berfokus pada aktivitas penyaluran produk manufaktur. Bukan hanya langsung didistribusikan pada konsumen, namun juga pada penyalur seperti reseller.  

Keuntungan dari upstream supply chain ini adalah jaringan pemasaran semakin luas karena produk juga disalurkan ke supplier atau reseller lain, tidak langsung ke konsumen terakhir.

2. Downstream Supply Chain

Berbeda dengan upstream, pada rantai pasok downstream, fokus utama aktivitas terletak pada hilir atau konsumen terakhir. Artinya distributor, grosir, gudang, dan transportasi harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Persediaan produk harus sesuai dengan kebutuhan pasar, tidak overstock atau kekurangan.

Keuntungan dari downstream supply chain ini adalah produk tidak langka di pihak konsumen dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Internal Supply Chain

Internal supply chain berfokus pada pengendalian penyaluran bahan baku ke gudang. Selanjutnya, bahan baku tersebut pun kemudian diproses hingga akhirnya menjadi produk jadi. Kegiatan internal supply chain ini digunakan untuk fabrikasi, produksi, maupun pengendalian persediaan produk.

Contoh Supply Chain Management

Contoh Supply Chain Management

Sumber : Freepik

Contoh penerapan supply chain management pada perusahaan pada dasarnya dibagi menjadi dua macam, yaitu pada perusahaan umumnya dan pada perusahaan e-commerce. Untuk lebih memahami manajemen rantai pasok pada dua perusahaan tersebut, simaklah penjelasan di bawah ini.

1. Perusahaan Umum

Perusahaan pada umumnya, menerapkan manajemen rantai pasok dalam enam langkah berikut ini.

    • Bahan Baku

Tahap awal supply chain adalah pengadaan bahan baku yang sesuai dengan standar perusahaan. Jumlah bahan baku pun harus memenuhi target perusahaan.

    • Supplier

Bahan baku yang telah memenuhi kriteria kemudian dikirim ke supplier. Selanjutnya supplier pun menjualnya kembali dalam jumlah besar ke berbagai perusahaan yang membutuhkannya.

    • Pabrik

Setelah sampai di pabrik, bahan baku tersebut pun diolah sedemikian rupa hingga menjadi produk akhir berupa barang jadi. Sebelum didistribusikan ke konsumen, produk jadi harus lolos pengujian kualitas.

    • Distributor

Pihak distributor pun mengirimkan produk jadi ke seluruh daerah. Distributor tidak langsung menjualnya ke end user, namun menyalurkannya ke pedagang eceran seperti kelontong dan warung.

    • Pengusaha Ritel

Pengusaha ritel ini berperan penting dalam pemasaran produk. Sebab pihak inilah yang bersinggungan langsung dengan konsumen terakhir. 

    • Konsumen

Setelah melalui perjalanan panjang, produk pun akhirnya sampai di tangan konsumen. Konsumen inilah penentu demand produk selanjutnya. Setelah produk sampai di konsumen, maka siklus supply chain pun kembali berputar ke bahan baku produk.

2. Perusahaan e-Commerce

Melalui bantuan teknologi informasi, rantai pasok pada e-commerce berbeda dengan perusahaan pada umumnya. Adapun tahapan rantai pasok pada perusahaan e-commerce adalah sebagai berikut ini.

    • E-Commerce

Tahapan awal supply chain management adalah konsumen melakukan pemesanan produk melalui e-commerce. Konsumen pun bebas memilih produk dan variasi yang diinginkan.

    • Transaksi

Setelah memilih produk yang dikehendaki, langkah selanjutnya adalah konsumen melakukan transaksi pembayaran produk. Nominal yang dibayar pun sesuai dengan total harga yang tertera. Metode pembayarannya pun bervariatif, mulai transfer bank, hingga melalui merchant.

    • Gudang

Setelah mendapat notifikasi pemesanan barang dari konsumen, pihak gudang pun mengambilkan stok produk di gudang. Pihak gudang pun juga harus memastikan bahwa produk yang akan dikirim telah sesuai baik kualitas dan kuantitasnya.

    • Pengiriman

Setelah produk keluar dari gudang, produk pun langsung dikirimkan ke end user, atau konsumen terakhir. Sehingga tidak perlu melalui pedagang retail terlebih dahulu.

    • Konsumen

Tahapan terakhir supply chain management pada perusahaan e-commerce sama dengan perusahaan umumnya, yaitu konsumen akhir. Siklus rantai pasok pun kembali berputar pada e-commerce untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Kesimpulan

Supply chain management sangat membantu perusahaan dalam siklus perputaran bahan baku perusahaan. Pengaplikasian supply chain baik pada perusahaan besar maupun UMKM ini penting untuk operasional. Pada bisnis FnB, manajemen rantai pasok dapat dilakukan dengan bantuan dari dashboard dari ESB Core dan ESB POS untuk membantu segala keperluan operasional yang berkaitan dengan supply chain. Kedua sistem tersebut telah didukung dengan ESB Goods, yang memungkinkan kamu untuk mencari dan membeli stok bahan baku berkualitas dengan mudah.

Leave a Reply